Can’t we love again?

Author: jaejonghyun

Genre: romance, angst

Length: chaptered

Rating: general

Disclaimer: sebenarnya ini ff yang ku buat lomba Korean day UGM dan alhamdullilah menang :D , jadi mian kalo pendek bgt, dan karena juga laptop lagi rusak jadi gag bisa ngedit gambar buat covernya jadi gambar seadanya ya :p (ambil di google)

 

Yang Baca Jangan Lupa RCL

 

 

 

 

You leave me without a single word

Kurebahkan tubuhku. Kupejamkan mata merasakan airmata membasahi. Lelah, terlalu penat. Sakit, terlalu perih. Semua bagai ilusi, tak nyata.

you leave me alone, you naughty

 

Datang lagi dan aku terjebak disini. Aku tahu ini tidak nyata. Aku tahu ini hanya mimpi.

Disana, aku melihatnya. Dia berdiri disana. Tersenyum hangat menyapa, kemudian melangkah mendekat. Memelukku hangat, aku hanya diam.

“Nappeun saram” , bisikku lirih dalam pelukkannya

Tak menjawab dia tambah memelukku erat.

“Geuman galke (I’m going to leave now)”, ucapnya pelan tepat di telingaku

“Gajima (Don’t leave)”, bibirku bergetar saat melafalkannya walau tanpa suara

“Gottoraol geoya geuronikka (I’m going to come back so…)”

“ Geotjimal….geotjimal (Liar…. liar)”

 

Dia longgarkan pelukkannya, metanapku penuh kesedihan. Sedangkan aku sendiri menatapnya dingin tanpa perasaan. Aku sidah terlalu lelah.

“Ania, naega neol imankkeum saranghaneunde (No- don’t you know how much I love you?)”

“Geu sarang?” ucapku sarkastis, “Jigeum boyeojul sun obgetni! (Can’t you show that love to me right now?)”

“Saranghae.. (I love you…)”, bisiknya

 

just for once, please comeback

 

Langkahku terhuyun, cepat-cepat berpegangan sebelum runtuh. Pening luar biasa, seakan ingin membelah kepalaku. Kenapa? Mimpi-mimpi itu selalu datang, menghadirkanmu lagi dihadapanku. Menyiksaku lagi berkali-kali lipat. Kembalilah, bila kau benar-benar cinta. Bangunlah, bangun dari tidur abadimu, jangan tinggalkan aku sendiri.

 

love, leave, alone

now all of that is the same thing for me

 

kubuka pintu kamarku, berjalan keluar. Melangkahkan kaki mantap-mantap, hidupku tak berakhir disini. Namun langkahku tertahan. Dia, dia berdiri disana. Yoochun oppa berdiri dihadapanku, memlukku.

“Ttodasi saranghai sun obgetni (Can’t we love again?)” bisiknya

 

***

Advertisements