[FanFic] LOVE IN THE ICE – Part 3 (END)

Main cast:

Kim Kibum- Key

Lee Jihyo

Cameo:

Kim Raekyo

Kim Jonghyun

Length: series

Declaimer: ceritanya milik saya, Raekyo n seseorang nya juga punya saya, sisanya saya bagi-bagi ke pembaca jadi jangan sungkan2 ambil aja bawa pulang

kalo di ff ini gag banyak yang komen,  kemungkinan ff selanjutnya bakal q protect

###########################################################################################

KOMEN SANGAT DIBUTUHKAN JADI KUMOHON KOMEN HABIS BACA

###########################################################################################

“Jihyo-ah” panggil raekyo ketika dia melihat jihyo berjalan memasuki café

Yang dipanggil menoleh kemudian berjalan mendekati, tersenyum singkat kemudian duduk b erhadapan.

“Ada perlu apa kau dengan ku?”

“Ahni, aku….aku, aku hanya ingin minta maaf atas ucapan ku dulu soal Key”

Jihyo terdiam, sebelum akhirnya menjawab,”Mmmm, aku sudah tak memikirkannya, aku tahu kau mengatakan itu karena kau peduli padaku”

“Tentu saja aku peduli padamu, kau adalah kakak ku, bagaimana munkin aku tak peduli padamu?”

“Dan aku bukanlah kakak yang baik kan”

“Tidak, kau kakak yang baik, kau sedang menghadapi masalah, wajar kau berperilaku seperti itu.”

“Kau sangat baik Raekyo-ah. Oh ya bagaimana kabarmu?”

“Yah tak terlalu buruk”

“Apa yang terjadi?”

“Ahni”

“Jinjja?”

Gadis itu mengangguk.

“Hanya sesuatu yang tak berjalan sesuai keinginan”

Jihyo terdiam, kemudian menjawab“…………….., semua pasti akan baik pada waktunya, aku yakin itu”

“Gomawo”

“Oh ya, eomma mengundangmu makan malam, sudah lama kau tak datang kerumah”

“Mianhae, kau tahu aku harus kerumah sakit, sampaikan salam ku pada ajumma, aku akan datang kapan-kapan”

###

September,22

Raekyo memasuki sebuah kamar apartment yang terletak persis di samping kamarnya. Berjalan ringan menuju dapur mulai memasak. Cekatan tangannya memotong-motong daging dan sayuran kemudian mulai menumis nya. Tak sampai satu jam semua masakan telah tertata rapi diatas meja makan. Dia kemudian duduk memandang puas hasil karyanya.

Namun tiba-tiba expresi wajahnya berubah.

“apa yang telah ku lakukan?” bisiknya pada dirinya sendiri

“apapun yang kulakukan untuknya tak akan merubah apapun, tapi kenapa aku masih melakukannya?” bisiknya lagi

“seharusnya aku tak jatuh cinta pada lelaki itu, dasar Raekyo pabo, dia tak kan berpaling padamu,. Dia tak mencintaimu, dia mencintai jihyo, sepupumu sendiri.”

Senyum tipis tercetak di bibirnya,”aku tahu itu, tapi aku tak bisa memaksa diriku berhenti mencintainya” ucapnya lirih

Klek, suara pintu terbuka, raekyo menoleh expresinya berubah.

“Kau sudah pulang oppa, aku memasak enak hari ini” serunya riang

Lelaki itu balas tersenyum, walau ada guratan lelah di wajahnya.

“Gomawo, Raekyo-ah” ucapnya sambil mengacak rambut gadis itu, kemudian duduk dihadapannya.

“Cha, ayo makan”

“Ne”

Mereka makan dalam diam, berkutat dengan pikirannya masing-masing.

“Apa jihyo baik-baik saja?” Tanya raekyo kemudian memecah keheningan

“Ne?”

“Apa dia baik-baik saja?”

“Ah, ya dia baik-baik saja”

“Lalu apakah oppa baik-baik saja?”

“Ne? apa maksudmu?”

“Apa oppa baik-baik saja bersikap seperti ini?”

“………….”

“Kenapa kau bersikap seperti ini oppa? Apa…………ah sudahlah”

Raekyo berdiri kemudian berbalik menuju pintu keluar. Jonghyun menyusulnya sebelum raekyo sempat membuka pintu.

“Raekyo…….. Raekyo……… tunggu, apa yang terja……hei kenapa kau menangis?” Tanya jonghyun menyadari gadis yang dihentikannya tadi menangis.

“Kenapa kau menangis raekyo-ah? Wae kurae?“

“Aku benci oppa!”

“Aku benci, kenapa oppa selalu bersikap seolah semua baik-baik saja? Wae? Wae? ……………………..”

“Berhentilah berbohong kumohon, aku tau apa yang kau rasakan.”

“……………….”

“Disini, sakit bukan?” tangan nya meraba dada jonghyun

Tangan lelaki itu terulur, mengangkat wajah gadis yang menangis dihadapannya.

“Aku baik-baik saja……………….mianhae, mianhae”

Gadis itu kemudian menggeleng.

“Kau memang pintar berbohong oppa, kau tahu itu?”

“Kau lebih mengenalku, raekyo-ah”

Gadis itu tersenyum.

Dia kemudian mendekatkan, semakin lama semakin mendekat namun lelaki itu memalingkan wajahnya.

“Hanbeonman, jebal hanbeonman” bisik gadis itu.

Akhirnya lelaki itu menatap gadis itu lagi membiarkannya mencium bibirnya.

Keduannya memejamkan mata, tanpa mereka sadari sesuatu dalam dada mereka berdetak semakin keras. Hati tak akan pernah berbohong.

Gadis itu kemudian melepaskan ciumannya sedangkan mata lelaki yang di ciumnya masih terpejam.

Gadis  melangkah menuju pintu, membukanya namun berhenti, berbalik kemudian tersenyum.

“Goodbye” ucapnya

###

Lelaki itu berlari beringas membuka kamar apartment yang terletak persis di samping kamarnya, kosong.

Kemudian mengambil handphone, menekan beberapa nomor dan menekan tombol dial.

Nomor yang anda hubungi berada di luar service area cobalah beberapa saat lagi………..

“Shit, kemana dia pergi?”

###

Jonghyun memacu mobil nya cepat menuju rumah Raekyo, berharap gadis yang telah membuat hatinya berdetak keras itu ada di sana.

Sekarang dia baru menyadari, bukan Jihyo wanita yang selama ini diangapnya yang dicintainya tapi Raekyo gadis yang selalu disampingnya lah yang dia cintai.

Ciuman singkat tadi yang menyadarkannya hanya beberapa detik namun itu cukup untuk  membuatnnya menyadari bahwa dia telah menyia-nyiakan gadis yang sangat mencintainya.

Sekarang dia sangat takut, takut kehilangan cinta yang baru saja di temukannya.

Mobilnya memasuki halaman rumah mewah, memakirkannya sembarangan kemudian berlari menuju pintu.

Menekan tobol bel tak sabaran, sampai seorang wanita paruh baya membukakan pintu.

“Raekyo…..dimana dia?” terengah dia bertanya

“Ne?” pelayan itu terlihat bingung

“Dimana Raekyo?”

“Tuan tidak tahu? Nona muda pergi ke America malam ini” pelayan itu kemudian melihat jam tangan, “Pesawat berangkat setengah jam lag……..”

Tanpa menunggu kata-kata pelayan itu selesai lelaki itu berlari memasuki mobilnya memacu nya cepat menuju airport.

“Dasar, jadi itu maksud kata-kata goodbye tadi?”

Lelaki itu memacu mobil nya semakin cepat menyadari waktu yang dimilikinya tak lama lagi.

“Aku tak kan memaafkan diriku, kalau aku tak bisa bertemu dengan mu malam ini” ucapnya pada dirinya sendiri.

Lagi-lagi memarkirkan mobilnya sembarangan.

“Tuan, pindahkan mobil anda atau saya akan menilang anda” seorang polisi wanita berteriak padanya

“Lakukan apa pun maumu” teriaknya kemudian berlari menuju pintu keberangkatan

“Maaf anda tak boleh masuk” dua orang penjaga pintu keberangkatan

“Kumohon, biarkan aku masuk, hidup dan matiku tergantung malam  ini, kumohon”

Tanpa menunggu persetujuan Jonghyun menerobos masuk.

Berlari mencari dan mencari.

Tiba-tiba langkahnya terhenti, handphone nya bergetar. Message

Mianhae, aku takkan mengganggu hidupmu lagi oppa

Semoga kau bahagia

Matanya nanar menatap layar. Lalu terdengar suara gemuruh sebuah pesawat terlihat mulai naik membelah langit malam.

###

September, 23

Langkah gadis itu ringan, wajahnya terukir sebuah senyuman. Tangan kanan nya terlihat berat menenteng sebuah kardus berisikan kue ulang tahun.

Memasuki sebuah kamar rawat yang setahun belakangan ini akrab didatanginya.

“Anyeong” sapa nya ringan namun lagi-lagi tak ada jawaban.

Lelaki yang terbaring di atas tempat tidur masih tetap terlelap.

“Bila kau sering tak menjawab ku, itu akan menjadi kebiasaan kau tahu?” ucapnya tak mengharapkan jawaban.

Jihyo menata kue dengan lilin-lilin diatasnya. Menghiasnya sebaik mungkin.

Kemudian mulai menyanyikan sebuah lagu ucapan

Saengil chukkahabnida………………saengil chukkahabnida………

Saranghaeneun………………

Berhenti, menghirup udara dada nya sesak, air mata sudah hampir jatuh.

Saranghaeneun……………… Saranghaeneun………………

Sakit, berkali-kali di cobanya menyelesaikan lagu itu. Suaranya bergetar.

Saranghaeneun………………dear KEY…………

Saengil chukkahabnida………………

Air mata mengalir deras membasahi pipi.

“Aku tak sanggup lagi”

Berlari keluar, menerobos, menabrak ayah Key di depan pintu. Membungkuk sebentar, kemudian melangkah cepat tak mempedulikan panggilan lelaki paruh baya itu.

Memasuki mobilnya, memacunya cepat.

Pantai.

###

Berkali-kali laki-laki paruh baya itu menekan tombol dial namun tetap tak ada jawaban.

Namun dia tak putus asa, dicobanya lagi dan lagi.

Suasana benar-benar kacau, benar-benar sibuk.

“Masukkan oksigen”

“Detak jantungnya dokter”

“cepat-cepat”

Seakan tak peduli dengan kericuhan yang terjadi lelaki paruh baya itu tetap mencoba menghubungi seseorang.

“Yobosheo?” akhirnya setelah puluhan kali, gadis itu menjawabnya

“Agasshi, Key…………cepat ke rumah sakit.”

###

Gadis itu bergegas memasuki mobilnya dan kembali memacunya cepat. Menerobos lalu lintas ramai kota Seoul.

Tangan nya bergetar, matanya tertutup air mata. Namun dia mencoba tetap berkonsentarasi mengemudikan mobilnya.

“Tunggu aku, kumohon”

“Tuhan kumohon” bisiknya berdoa

###

Akhirnya

Lelaki itu membuka matanya.

“Key………” panggil lelaki paruh baya yang berada disamping tempat tidurnya.

“Ji………….hyo………………………………….Jihyo………..”

“Dia akan  segera datang bertahan lah”

###

Jalanan kota seoul sangat ramai sore itu banyak orang menghabiskan waktu di luar rumah, weekend.

Seakan tak peduli, gadis itu tetap memacu mobilnya dengan kecepatan penuh.

“Jangan tinggalkan aku, kumohon tunggu aku, kumohon jangan ambil dia Tuhan, kumohon”

Air mata telah membanjiri wajahnya, paras cantiknya tertutupi oleh raut kawatir dan kesedihan yang mendalam.

Mobilnya melaju cepat membelah lautan keramaian.

Tiba-tiba gadis itu membanting kemudinya namun terlambat.

BRAK…….

Mobilnya terpental setelah sebuah truck pengangkut barang menabraknya keras dari arah kiri.

Mobilnya terguling, remuk.

###

“Key………….Key…………..Key…………buka mata mu nak, kumohon”

“mi…….an..hae” ucapnya lirih kemudian menutup matanya.

“KEY……………………………”

###

Jihyo membuka matanya berat. Seseorang mengulurkan tangan mencoba membantunya berdiri.

“Key?”

“Yeobo”

Senyum manis terkembang di wajahnya, kemudian gadis itu memeluk lelaki di depannya.

“Aku kira kau akan menginggalkan ku”

Lelaki itu mengangkat wajah Jihyo agar gadis itu bisa menatapnya.

“Sudah ku bilang aku akan selalu bersama mu, aku tak akan mengingkari janji ku”

“Terimakasih Tuhan” bisik Jihyo

Lelaki itu tersenyum, “Ayo cepat”

“Mau kemana?” Tanya Jihyo bingung

“Kau tak mau ikut?”

“……………….” Jihyo tak menjawab.

“Ayo kau mau ikut tidak? Banyak yang sudah menunggumu”

“Benarkah?”

Key mengangguk yakin, kemudian mengulurkan tangannya. Ragu-ragu gadis itu menyambut uluran tangan Key.

“Aku ikut dengan mu, kemana pun” bisik Jihyo tepat di telinga Key, membuat lelaki itu tersenyum bahagia.

###

END

BE A GOOD READER

Advertisements

23 Responses

  1. waaaa~ daebak thor!!! happy end 🙂 btw.. kau tahu siapa aku?? hihi

  2. eh eh tar dulu..itu happy end ga sih? ato sad-happy(?)? klo mnurut pikiran aku,key sama jihyo tuh meninggal tapi di kehidupan yang lain(?) mereka bersatu lagi..gitu bukan? hehe *babo* u dont know me? *engga,abaikan* aku tmenmu di twitter… ginkey10 ituloh kekeke~

  3. Cerita jjong na gmn???? *bingung*

  4. telat lagi baca’y T.T
    itu end’y Jihyo’y meninggal ya unnie?
    debak deh ^^b

    Jjong’y k mn unnie? d bawa kabur sama KA unnie ya?? heehe

    • ia kembaran aq mati hiks tp untung mati dlm bahagia(?)

      jjongnya jangan dicariin, dia uda pasti ma aq emg mau ma siapa lg?
      #ditabok blingers

  5. endingnya diluar dugaan..T.T

  6. dikira ending-nya bakalan jadi gitu mereka ber2 dikehidupan nyata. eeeh trnyata jadi sih jadi tapi dikehidupan lain. sempet mau ngeluarin mutiara (bc=airmata) tapi aku tahan 😀
    loh, yang jjong gimana ceritanya thor? ngegantung sih kata aku. pgnnya ngeliat mereka ber2 bener jadi gitu 🙂
    nice;)

  7. oalaaaaaaah.
    oke oke ditunggu. fighting! 😉

  8. bagus onnie 🙂

  9. Kok gak ngundang-ngundang kawin ama Jjong oppa nya author? Kan lumayan loch reader semua di traktir ama author yg baru merrid ama Jjong oppa. hehehe…

  10. @kyungsoon06
    gomapta

    @vely
    aduh maap ya, yg boleh datang ke kawinan q cuma orang2 penting aj tu
    #PLETAK DUAK

  11. ooh..aku udah nebak Key bakalan mati, tapi gtw Jihyo ikutan mati
    semoga mereka bahagia di dunia sana ya 🙂

  12. Gmn klanjutan jong??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: