[FanFic] LOVE IN THE ICE – Part 2

Main cast:

Kim Kibum- Key

Lee Jihyo

Cameo:

Kim Raekyo

Someone unnamed

Length: series

Declaimer: ceritanya milik saya, Raekyo n seseorang nya juga punya saya, sisanya saya bagi-bagi ke pembaca jadi jangan sungkan2 ambil aja bawa pulang

sebelumnya mau minta maaf dulu buat cingu-deul semua karena ngepost nya lama, habis di kampus banyak bgt tugas n tiba2 aku kehilangan ide karena cerita ini statusnya on writing jadi aku gag bisa nglanjutin nulis karena idenya hilang

berhari2 ngobok2(?) otak biar ketemu ni file yang isinya ide ni ff tp gag ketemu2, n tiba2 aja pagi ini ada alarm di otak yang bilang ‘FILE DITEMUKAN‘ jadi baru bisa nglanjutin pagi ini

hehehehehehehehehehehehe

so HAPPY READING

yg blum baca part 1nya baca disini

################################################

DON”T BE A SILENT READER, AFTER READ COMMENT PLEASE

I HATE PLAGIATOR THE MOST

################################################

Gadis itu menarik nafasnya dalam, jemari nya tetap menggenggam tangan lelaki yang tertidur di depannya.

“Key-ah palli ireonna, hem?” bisiknya

Tangannya tetap menggenggam tangan lelaki itu, membelainya lembut.

“Bogoshippo”

Wajah sedihnya tak bisa ditutupi, matanya berkaca-kaca.

Flashback

“Kumohon jangan lakukan itu, jangan bunuh Key”

“Agassi, bangunlah”

“Kumohon jangan, jangan lakukan itu, aku yang akan menanggung semuanya, jadi kumohon jangan lakukan itu. Dia masih hidup, kumohon”

Laki-laki itu kemudian ikut duduk di depan Jihyo.

“Aku juga tak pernah menginginkannya Agassi, tapi aku tak ingin Key menderita, dia anakku satu-satunya, aku sudah kehilangan ibunya bertahun-tahun lalu aku juga tak ingin kehilangan Key, tapi aku tak ingin dia menderita, kau harus tau itu. Sudah hampir 1tahun dan tak ada kemajuan”

Laki-laki itu menggeleng, “Ini sangat berat juga untukku Agassi”

“Beri aku waktu” ucap Jihyo akhirnya

“Beri aku waktu, biarkan dia bertahan………….. sampai akhir tahun ini………bila tak ada kemajuan, lakukanlah”

“……….” Lelaki itu terdiam.

Kemudian mengangkat wajah Jihyo agar gadis itu bisa melihat nya.

“Gunakan waktumu sayang, hal ini berat untuk kita berdua, huh?”

“Kamsahamnida…………neomu kamsahamnida………..” ucap Jihyo dengan suara bergetar.

“Untuk apa kau berterimakasih? Sekarang hapus air matamu, Key pasti tak pernah ingin kau menangisinya, hem, arrasso?”

Gadis itu mengangguk.

“Sekarang pulanglah”

End of flashback

“Key……………..kumohon temukan jalanmu, kembalilah padaku”

Jihyo mengangkat tangan Key yang pucat kemudian mengecupnya.

“Aku akan datang lagi besok, arasso? Cepat bangun jagi” ucapnya kemudian melangkah pergi.

###

Gadis itu memasuki sebuah mobil sport berwarna hitam yang telah menunggunya.

“Anyeong” sapa seorang lelaki sambil membukakan pintu.

Gadis itu hanya tesenyum singkat kemudian melangkah masuk.

“Bagaimana?” laki-laki itu bertanya.

Hanya mendapat gelengan kepala lemah dari gadis itu.

Keduanya pun diam. Tak ada yang bicara. Jihyo memandang jalanan kota Seoul dengan pandangan kosong sedangkan lelaki disampingnya berkonsentrasi mengemudikan mobilnya.

“Mereka akan mengakhiri semuanya oppa” ucap Jihyo memecah keheningan.

Lelaki itu menoleh, menatap Jihyo lekat ada pandangan iba dalam matanya.

“Aku hanya punya waktu sampai akhir tahun ini melihatnya bernafas, ottoke?” air mata kembali mengalir.

“Ottokke oppa? Ottokke?”

Laki-laki itu kemudian menepikan mobilnya. Memandang gadis disampingnya.

“Kenapa ini terjadi padaku lagi oppa? Aku tak mau sendirian, aku takut sendirian. Aku takut oppa”

“Kenapa? Kenapa orang yang ku cintai selalu meninggalkan ku? Apa salahku? Omma, appa, apakah sekarang Key juga harus meninggalkanku? Kenapa mereka meninggalkanku?”

Dengan sabar lelaki itu mendengarkan.

“Dia pasti sembuh, Jihyo-ah. Kau harus yakin itu, dia pasti sembuh”

“Tapi…….”

“Kemana Jihyo yang tanpa putus asa? Kemana Jihyo yang selalu tersenyum? Key pasti tak ingin kau menangis seperti ini Jihyo, kau harus tersenyum”

“Apa aku di kutuk oppa?” Tanya gadis itu.

Lelaki di sampingnya menoleh kaget.

“Apa yang kau katakan Jihyo-ah? Kenapa kau bisa berpikiran bodoh seperti itu?”

“Aku mendengarnya”

“……………..”

“Orang-orang yang mengatakannya, aku anak yang terkutuk, omma dan appa meninggal saat kami akan merayakan ulang tahunku, Key jadi seperti sekarang tepat di hari ulang tahunku. Seharusnya memang aku tak dilahirkan.”

###

Lelaki itu merebahkan tubuhnya di atas sofa, memijat pelipis kepalanya pusing. Terdengar suara pintu terbuka, seseorang melangkah masuk. Menoleh sebentar melihat siapa, kemudian menutup matanya lagi.

“Aku yakin kau belum makan, mau kumasakkan sesuatu?” Tanya gadis yang memasuki kamar apartment nya itu.

“Ak sedang tak nafsu makan, Raekyo-ah. Jadi kau tak perlu mengotori tangan mu.”

“Aku juga belum makan, jadi aku akan tetap memasak” ucap Raekyo dingin

“Kau memang gadis yang baik, kau tau?”

“Tapi aku tak cukup baik untukmu bukan ?”

Lelaki itu menoleh memandang gadis yang sekarang telah berada di dapurnya, yang di tatap balik menatap tajam.

“Kenapa?” gadis itu bertanya lagi.

“Maafkan aku Raekyo-ah, kau tau aku hanya……”

“Mencintai Jihyo? Aku tahu itu, sangat tahu.”ucap Raekyo ringan sambil mulai memotong2 sayuran.

“Maafkan aku”

“Untuk apa? Aku yang seharusnya minta maaf padamu, aku tak bisa mengontrol diriku, lupakan saja perkataan ku tadi”

“Aku benar-benar minta maaf, kau gadis yang baik, kau akan mendapatkan yang lebih baik Raekyo-ah”

Gadis itu kemudian menyunggingkan senyum manisnya.

“tapi tak ada yang sepertimu, oppa” bisiknya kemudian.

###

September, 13

Jihyo masih tetap setia berkunjung setiap hari ke rumah sakit untuk menjenguk Key, walau belum ada kemajuan apapun dari keadaan Key.

“Anyeong Key-ah, apa mimpi mu sangat indah sehingga kau tak mau bangun? dasar” sebuah senyum terukir da wajah Jihyo.

Dia sudah memutuskan tak akan menangis lagi di hadapan Key, dia harus memanfaatkan waktu yang tersisa, dia tak mau Key pergi dengan berat hati karena melihatnya menangis terus.

“Ah, aku benar2 capek” Jihyo menggembungkan pipinya

“Kau tau pekerjaan di kantor benar2 sangat melelahkan, oh ya baju pengantin kita sudah jadi, mereka mengirim nya kerumahku, kapan kau akan mencobanya? Aku sudah tak sabar kita berdua berdiri di pelaminan”

“Oh ya aku membeli banyak kue, kau mau?”

“Padahal aku harus diet kenapa aku membeli sebanyak ini? Untuk memakai baju pengantin itu tubuh ku harus tetap kecil bukan? Ayolah cepat bangun bantu aku memakan kue2 ini”

Jihyo kemudian mengambil sepotong strawberry cake, memakannya perlahan.

“Hmmmmmm, enak! Kapan2 masakan untukku yang seperti ini ya”

“Arrachi?” tanyanya pada Key, walaupun Jihyo tahu dia takkan pernah menjawab tapi dia takkan putus asa.

Tiba-tiba handphone dalam tasnya bergetar, diraihnya.

“Yoboseo?”

“Jihyo-ah bisa kita bertemu?” ucap seorang gadis di seberang.

###

To be continue

Advertisements

16 Responses

  1. kekekeke~
    akhir’y kelanjutan’y keluar kekeke~

    Key oppa, ayo bangun kasihan Jhiyo’y nunggu oppa *reader’y lgi ngk waras nih ==a

    lanjut KA unnie keren lho ^^

  2. ne chonmaneyo unnie
    huuppp—- udh ketangkep unnie xD

    Taemin,Onew sama Key oppa’y mana? *plakkk

  3. anyeongg… lama ga ke sini… ah. uda kluar ya? itu key bisa ga sadar kenapa sih??? *maburkfflaen

  4. lanjuuuuuuttt ^^

  5. sedih ngeliat Jihyo ngomong sendiri–” (?)

  6. KEY BANGUUUN *teriak pke TOA*

    keren chingu ^^b

  7. Gak mau banyak ngomong.. Nice ff

  8. key…hiks…jahat amat si authornya…bangun dong key*jedotin key k tembok*dibunuh lockets.
    Bagus ff2mu chingu.sy baru inget lg alamat blog ini,hehe
    next k 3 dlu y…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: