[FanFic] BLACK EYES Part 2- FEAR

Main cast:

temukan sendiri dalam FF, cast bisa berkurang atau bertambah sesuai alur

Length: series

Declaimer: terinspirasi oleh komik berjudul black eyes tp plot dan alur nya milik saya

Scarlett milik saya, Georgia milik Shin Eunhwa

################################################

DON’T BE A SILENT READER, AFTER READ COMMENT PLEASE

I HATE PLAGIATOR THE MOST

################################################

“Urg…uhhh…shit… I can’t breath….urg……GET RID YOUR BODY PUPPY”

Buk. Taemin mendorong tubuh Minho ke lantai. Yang terjatuh tak bergemi sedikitpun.

“YA, KAU INGIN MATI  YA?”

Tiba-tiba Minho bangun mengucek matanya singkat kemudian menatap Taemin.

“Why?”

“Sudah ku bilang  jangan naik ke tempat tidur ku dan apa ini? Your saliva huh?”

“huh? I did it?”

“Kau?”

“Hehehehehehehe, sorry. Kamu hangat tau”

“KAU BENAR-BENAR INGIN MATI ?”  Taemin menatap garang, pupil matanya membesar.

Minho berpindah cepat ke pojok ruangan, tubuhnya bergetar.

“Stop it, please”

“Awas bila kau mengulainya lagi”

Tubuh Minho berhenti bergetar, kemudian bepindah cepat ke samping Taemin, memiringkan wajahnya.

“Makan!”

“Carilah sendiri, aku hanya punya sereal”

“Cih!”

“Cepat kembali” ucap Taemin

“An  hour ” jawab Minho sebelum menghilang dari balik pintu.

###

Lelaki tinggi besar itu berdiri tepat di depan pintu belakang sebuah restaurant fast food. Menumpukan seluruh berat badannya pada kedua kakinya, berjongkok.

“Lama” keluhnya, bosan menunggu

Seseorang mendekatinya, Minho berbalik untuk melihat.

“Hei Minho, lama kau tak kesini” sapa nya

Yang disapa hanya meringis menunjukkan gigi-gigi nya.

“Dia sudah membuang sisa dagingnya tadi, kau terlambat”

“Aish”

“Ayo ikut aku, aku masih punya sisa daging sepertinya”

“Really?”

“Ayo ikut, mereka pasti senang melihatmu”

Tanpa disuruh dua kali Minho mengikuti lelaki paruh baya didepannya. Kemudian mereka memasuki sebuah deret perumahan, perumahan kumuh.

“Hei lihat siapa yang ku ajak kemari” teriak laki-laki itu

Berbondong-bondong orang-oranng di lingkungan itu mendekati lelaki itu.

“Minho, sudah lama kau tak kesini”

“Aku merindukanmu Minho”

“Kau sudah besar sekarang”

“Waw, bagaimana mungkin kau bisa sebesar ini”

“Perasaan baru kemarin kami memberi mu makan dan mengajarimu bicara, sekarang bahkan tinggi mu melebihi kami”

“Aku tak percaya ini, kau sudah sebesar ini”

Suara-suara bersautan menyambut kedatangan Minho. Yang di kerubuti hanya tersenyum senang.

“Makan” kata Minho sambil memiringkan kepalanya

“Akan ku ambilkan, tunggu sebentar sayang” jawab seorang wanita paruh baya sebelum akhirnya meninggalkan kerumunan memasuki sebuah rumah.

“Kau tak pernah berubah, hanya datang pada kami ketika lapar dan pergi bila sudah kenyang, ckckckckck”

“Hehehehehe” Minho tertawa, kemudian mengerucutkan bibirnya. Orang-orang tertawa melihatnya.

“Makanlah” wanita paruh baya tadi menyerahkan sepotong daging sapi bakar barbeque.

Tanpa disuruh dua kali Minho memakannya dengan lahap.

“Terima kasih”

“Minho cobalah ini”

“Aku menemukannya minggu lalu di tempat sampah apartment ujung blok itu. Aku sudah menduga mantelnya pasti akan cocok ditubuhmu, bahkan tingginya pun pas makanya aku menyimpannya untuk mu.”

Minho memutar trubuhnya, terlihat puas dengan mantel barunya.

“Terima kasih”

“Datanglah lagi kapan-kapan aku akan memasakan daging untuk mu”

###

Taemin berdiri di depan pintu flatnya menunggu seseorang.

“Kau lama sekali, ayo pergi”

Tak menjawab yang diajak bicara tersenyum senang.

“Kenapa kau?”

“Hehehehehe”

“Mantel baru?”

“Baru, mereka memberiku makan dan mantel baru”

“Cih”

Mereka berjalan beririnngan terlihat jelas orang-orang memandang mereka aneh, perbedaan ukuran tubuh  yang tak bisa dipungkiri. Terus berjalan, berhenti di bawah kumpulan pohon di salah satu taman kota.

Taman terlihat ramai, banyak anak kecil berlarian, sedangkan para orang tua melihat tingkah laku anak-anak nya tersenyum senang. Taemin hanya bisa tersenyum kecut melihat pemandangan di depannya, aku benci keramaian batinnya.

“Cari Jinki, sekarang”

“Kau tau saja aku suka bermain denngannya” sesaat kemudia Minho mennghilang

“Semakin cepat saja dia” ucap Taemin sambil menyandarkan tubuhnya di salah satu pohon yang ada

5 menit kemudian, Minho sudah kembali dengan seseorang.

“Bisakah kau sopan sedikit padaku? Tak perlu menyuruh anjingmu untuk menyeretku kan” runtuk Jinki.

“Dia suka bermain denganmu”

“Cih, aku lebih tua dari mu nak, ingat itu”

“Ye ye ye” Taemin mencibir, “Siapa sekarang?”

Lelaki bernama Jinki itu menyerahkan sebuah alamat, “Bersihkan semua”

“No exactly target, huh? I really dislike playing with insect you know?”

“Hei boy, don’t ask too much just clean it up”

“How many”

“Come before midnight, there will  be a lot but your target only the boss. Our rule is kill all the witness so you must kill all of them, am I right?”

“Ye ye ye, who exactly they  are?”

“Selling morfin”

“Ok I’ll clean it up”

“Ones more”

“What?” Tanya Taemin terlihat kesal

“Jangan menimbulkan kekacauan, dan jangan biarkan dia mengambil alih” ucap Jinki sambil menunjuk Minho, yang ditunjuk pura-pura tak mendengar

“We are one packet, just got both of us or no at all, lagi pula aku tak yakin bisa mengendalikannya” Taemin angkat tangan

“Kau akan menambah pekerjaanku bila dia terlalu menimbulkan keributan”

“That is your job captain”

“I must do extra work then, ok let’s make a deal don’t mess to much”

“I cant promise captain” jawab Taemin santai, ”oh, I just wondering why a police like you do this kind of,  you know, what are you looking for captain?”

“I have my own reason”

“Don’t ask then, huh?”

“You already know that pretty boy, good luck boy”

“Tak ada keberuntungan untuk ku kapten, hanya kepastian”

Jinki tersenyum merendahkan, “Kita lihat saja, suatu saat kau pasti butuh keberuntungan”

Klik, suara pistol siap digunakan terdengar. Moncong pistol terarah tepat ke kapala Taemin, namun dalam hitungan detik Minho sudah berdiri menghalangi.

“Getting faster, right?” ucap Jinki

Smirk, “No doubt for professional sniper like you captain”

“Don’t make me as your abject, fool”

“Just playing around with your puppy Taemin, don’t be angry”

“Are you planning to die now, captain” Tanya Minho kemudian

“Not now puppy”

“We play again latter huh!” ucap Jinki kemudian melangkah pergi ”Deadline tomorrow, remember kids” ucapnya tanpa berbalik.

###

Jinki berjalan memasuki sebuah rumah bercat cokelat. Langkah nya semakin cepat ketika mendengar seseorang memanggil-manggil namanya.

“Jinki….Jinki….Jinki….kau dimana? Jinki…….Jinki……….tunggu aku aku akan menolongmu, Jinki……….Jinki”

Dia  kemudian duduk di hadapan gadis itu. Menggenggam tangannya erat.

“Ssst, Georgia, honey aku disini aku disini bersamamu”

Gadis itu tak merespon masih tetap memanggil-manggil.

“Jinki……Jinki…..Jinki…….kau dimana? Tunggu aku, Jinki, kembalilah…….Jinki………Jinki……….Jinki…….. dimana kau? Jinki…….”

“Georgia bukalah mata mu aku ada disini, aku tak akan pergi kemana-mana, Georgia kumohon sadarlah”

“Jinki…….Jinki….Jinki……Jinki…….tunggu aku Jinki……aku akan menolongmu…tunggulah aku”

“Georgia, tenanglah, aku disini” ucap Jinki frustasi menghadapi gadis di depannya.

Tiba-tiba seorang lelaki paruh baya menerobos masuk. Buk, sebuah pukulan mendarat tepat di pipi Jinki.

“Mau apa kau kesini? Tak puaskah kau menghancurkan hidup Georgia huh?”

“Ayah jaga emosimu” ucap seorang wanita menenangkan.

“………..”

“Pergi kau dari sini, jangan temui Georgia lagi” ucap lelaki itu berang.

“Jinki………Jinki…..Jinki……” Georgia terus menceracau

“Aku kembali besok Georgia”

“Pergi kau” usir ayah Georgia lagi

“Selamat sore” Jinki menunduk hormat ke arah kedua orang tua Georgia, ibu Georgia membalas sedangkan sang ayah memandang acuh.

Jinki kemudian berjalan keluar dari rumah itu. Berhenti sebentar di depan pintu, ujung tangga. Di lihatnya seekor kucing di atas pegangan tangga, berjalan mendekat kemudian membelainya ringan.

“Hey snowbell, jaga Georgia ya” ucap Jinki pada kucing putih itu

Yang diajak bicara menatap tajam, seolah benci.

“Kenapa kau menatapku begitu huh? Aish, Dasar kucing” umpat Jinki pelan

###

Dua orang melangkah pelan menuju sebuah bar yang berada di ujung gang, tersembunyi. Namun dua bertubuh tinggi besar menghalangi jalan mereka.

“Anak kecil untuk apa kau kesini? Tempat ini tertutup”

“Ya, anak kecil bukan kah ini sudah lewat jam tidur?”

Lelaki yang di panggil anak kecil itu terlihat tak senang, “Minho” panggilnya kemudian

Dalam hitungan millisecond lelaki bertubuh besar tadi terlempar menabrak tembok beton di sebelahnya, diam tak bergerak di pastikan mati. Sedangkan seorang yang lain bergetar terlihat ketakutan mencoba berlari kearah bar, namun sebelum dia sempat berlari tubuhnya telah terlebih dulu menghantam kerasnya aspal jalanan.

“Kau terlalu bersemangat Minho”

“Hehehehe, aku tak tau kalau itu terlalu kuat”

“Jangan senang dulu, di dalam masih banyak”

“Akan ada pesta sepertinya”

Kemudian mereka berdua berjalan masuk kearah bar. Suasana di dalam sangat tenang ada sekitar 10 orang berjaga di depan sebuah pintu.

“Hei siapa kalian?” Tanya seseorang diantara mereka, mengacungkan senjata.

“Dia milik ku Minho, jangan ganggu”

“Beri aku beberapa”

“4orang di ujung”

“Dasar pelit” ucap Minho kemudian melesat beringas mendekati targetnya.

“Hei apa yang kau………”  belum sempat menyelesaikan, dia sudah terlempar menabrak 2 yang lain.

Sisanya bergetar melihat kea rah Taemin, “Apa mau kalian?”

“Cih, kalian terlalu banyak bicara” ucap Taemin sambil berjalan santai mendekati.

“Berhenti atau……..AAAAAAARRRGGH” tanpa menyelesaikan ucapannya tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemudian jatuh tak bernyawa.

“Can you see?”

“YA, WHAT DID YOU DO?” Tanya yang lain bingung melihat temannya jatuh.

“You want it too huh?”

Kemudian teriakkan bersaut-sautan memenuhi ruangan itu. Mayat 10 orang bergeletakan, 4 diantaranya mengalami kerusakan fisik yang fatal.

Beberapa orang keluar karena mendengar suara gaduh, memeriksa keadaan, keputusan yang patut disesali. Tanpa mareka sadari 2 orang pembunuh berbahaya sudah menunggu di luar.

“Fifty-fifty Minho, what do you think?”

“That’s would be great” jawab Minho semangat kemudian melesat menuju mangsanya.

3 orang terlihat kaget ketika Minho tiba-tiba berdiri di hadapan mereka. Cepat- cepat menyiapkan senjata, tapi kau tau? Kecepatan insting binatang melebihi semua itu. Lelaki yang paling depan langsung terlempar, dua yang lain terlihat bingung. Klik, sebenarnya tinggal menarik pelatuknya ringan, namun gerakan Minho lebih cepat meremas tangan keduanya hingga terdengar suara gemeletuk, tulang remuk suara jeritan keduanya pun terdengar.

“It’s not over yet”

Gerakan cepat memukuli menghancurkan tulang dalam tubuh, darah muncrat dari kedua mulut lelaki itu membasahi serung tangan Minho. Tubuh keduanya langsung jatuh tengkurap tak bernyawa.

“Cih, lemah” ujar Minho kecewa.

Minho kemudian melangkah maju, membuka pintu besi di depannya ringan seakan membuka kaleng minuman. Di dalam 10 orang terlihat tengah siap dengan pistol mengacung ke arah nya, Minho hanya mengeluarkan smirk kas nya.

“Mereka milikku Minho” ucap seseorang dari arah belakang

“Whatever you want Taemin”

Taemin tersenyum manis ke arah semua orang dalam ruangan itu. Tak ada senyum balasan, hanya pandangan penuh selidik dengan pistol tetap mengarah pada Taemin.

“Apa kah kalian tak pernah belajar sopan santun, huh?” Tanya Taemin, tak ada jawaban

“Bukan kah tidak sopan mengacungkan pistol kalian ke arah anak kecil sepertiku?”

Klik, Klik, Klik

Dengan teratur terdengar suara pistol siap digunakan. Mata mereka terlihat mengawasi.

“Ternyata kalian memang tak punya sopan santun” suara Taemin terlihat kecewa

“Can you see?”

Suara jeritan ketakutan kembali terdengar, 5orang jatuh tersungkur, mati dengan mata dan mulut terbuka lebar.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya seseorang takut-takut, boss yang dicari.

Taemin kembali tersenyum manis, “Membuat mereka menemui ajal, kenapa kau juga ingin?” Taemin mengalihkan pandangan dari mayat yang ada di depannya. Matanya lurus menghadap 4 orang yang terlihat melindungi sang boss, yang ditatap balas menatap.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRGH”

4 kemudian jatuh tak bernyawa. Sang boss terlihat bingung menatap anak buahnya satu persatu jatuh tak bernyawa.

“aa…apa..yang kau lakukan sebenarnya?“ suaranya bergetar

Suara gelak tawa terdengar, Minho. “Dia ingin tau siapa yang akan menyabut nyawanya Taemin”

“Diamlah Minho, dia hanya ingin tau”

“s…siapa kalian sebenarnya?”

“Salam kenal paman, nama ku Taemin. Dan dia anjing peliharaanku” kata Taemin sambil menunjuk Minho.

“Apa maumu?”

“I want you to see this” kata Taemin sambil menatap lekat lelaki berbadan tambun di depannya.

“AAAAAAA……….STOP IT PLEASE” lelaki itu menjerit ketakutan.

“Setiap orang memiliki ketakutan bukan? Aku hanya membantumu melihat ketakutanmu yang paling dalam, yang selama ini kau sembunyikan. Taukah kau sebenarnya ketakutan adalah alat pembunuh yang paling efektif ”

“KENAPA………KENAPA…………HENTIKAN……..PERGI KALIAN”

“AAAAAAAAAAAAAAA………..PERGI PERGI PERGI” ucap lelaki tambun itu semakin ketakutan sambil memukul-mukul udara kosong di hadapannya, berharap bayangan banyak pistol yang mengarah kehadapannya bisa hilang.

Tak butuh waktu lama, dia pun tumbang dengan mata dan mulut terbuka lebar.

“The game its over” sebuah senyum sinis menghiasi wajahnya

“Ayo pergi Minho sebelum polisi datang”

Mereka berdua kemudian berjalan meninggalkan bangunan bar tua itu yang sekarang lebih mirip dengan tempat sampah karena banyak mayat yang tergeletak.

Tiba- tiba Taemin berhenti, handphone nya bergetar.

Good job kids

nb: scarlett looking for you Taemin

Jinki


Wajah Taemin terlihat tak senang, kemudian jarinya bergerak lincah menuliskan sesuatu dengan keypath handphonenya.

If you have time to watch us

Why you don’t do it by yourself?

N tell scarlett

don’t waste her time just to see me,

I don’t want it


Kemudian Taemin menekan tombol sent. Wajahnya masih terlihat tak senang.

“What’s wrong?” Tanya Minho yang menyadari perubahan air muka Taemin

“Scarlett”  jawab Taemin enggan

###

Bila kau melihat ku, kau akan tau kenapa mereka memanggil ku anak iblis. Karena kau kan bisa melihat hal yang paling ingin kau sembunyikan, ketakutan terbesarmu bila kau melihat mataku.

Dan kau tau? Ketakutanmu sendiri adalah pembunuhmu yang paling berbahaya.

###

BE A GOOD READER PLEASE

Advertisements

8 Responses

  1. Wooowwww…. Kekuatan ny Taemin keren. Hahahaha… Bru kli ni Minho jdi puppy. puppy ny Taemin lgi ;P
    Well done Author

    #nb: Kok aq jdi gila???? Trus kok Onew keluarny dikit bgt 😦

  2. widiiiiiihhhh..
    Taemin’y keren 😀 MinHo juga keren tapi kenapa jadi anijing? T.T ngk papa deh yg penting Keren 🙂

    kekuatan Taemin mantap! ^^b
    Like it d^^b

  3. bias minho ya cingu?

    keren ya, aq jg mau tu kayak taemin, benci orang tinggal diliat aj
    kekeke
    #sadis

  4. sy lama bgd bacanya *odong emang
    Jinki jahat ya ceritanya?
    keren ih ngebayang taemin di ini ><
    nice ff, ntar sy baca lanjutannya besok2 klo ol lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: