[FanFic] GONE 2-3 raekyo pov

Author : jaejonghyun

Main Cast :

1. kim jonghyun

2. kim jaejoong

3. kim raekyo

Lenght : series

Disclaimer : semua cerita milik jaejonghyun, kim raekyo milik saya begitu pula dengan jaejoong dan jonghyun kekekekekeke #plak

 

sebelum baca ini baca dulu part1

###################################

mohon kritik dan saran

###################################

Apa yang terjadi?

Sejak tadi dia hanya diam, ku buka mulutku, kututup lagi urung menanyakan padanya.

“Jagi” panggil nya

“Ne?”

“Lebih baik kita akhiri saja”

“Mworago?oppa,?apa yang terjadi?”

Tak menjawab, kami pun kembali diam.

“Lebih baik berakhir, aku ……… kita ………lebih baik kita akhiri hubungan kita,ak tak mungkin lagi melanjudkan hubungan ini”

“Wae oppa? Sudah hilangkah cinta itu?”

Dia terdiam beberapa saat sebelum menjawab,    “Sepertinya begitu”

Aku diam, dia pun diam.

“Tapi………aku masih cinta” ucapku akhirnya

“Raekyo-ah mianhae”

Mata ku mulai berair.

“Jeongmal mianhae Raekyo-ah.”

Sakit, padih, hati ku teriris. Semudah itukah?

Klek, ku buka pintu mobil, lemas berjalan keluar.

“Oppa saranghae” ucapku lirih, namun aku yakin dia bisa mendengarnya.

Kulangkahkan kakiku dunia ku berputar, apa yang terjadi? Dia ingin meninggalkanku? Kenapa? Apa salahku? Bukankan aku mencintainya, bukankah dia mencintaiku? Apa salahku? Kenapa hanya dalam 168jam kita tak bertemu dia berubah? Air mata ku terus mengalir. Ku dengar dia menghidupkan mobilnya. Dia tidak boleh meninggalkan ku, aku berbalik, namun terlambat, aku berlari, walau aku tau ini mustahil. Ku kejar mobilnya. Dia tidak boleh meninggalkan ku. Dia telah mengambil hatiku, takkan ku biarkan dia buang cintaku begitu saja. Ku pacu kaki ku lebih cepat, kau tau? Sangat sulit berlari menggunakan high heels, kaki ku perih, siapa yang peduli. Aku harus mengejarnya, memohon padanya. Air mata ini terus jatuh, warna hitam bercampur dengan eyeliner ku yang lutur. Ku percepat langkahku, tapi mobilnya menghilang. Ku terus berlari dan berlari.

Kuhentikan langkah kakiku,  berdiri di depan rumah ber cat putih, rumah namja itu. Bergegas ku menuju pintu, menggedornya dan sesekali memanggil namanya. Tak ada jawaban.

Semalaman ku berdiri , tak ku pedulikan tulisan didepan pintu itu.

DI JUAL

###

Kemana?

Oppa? Kembalilah, jebal,

Semua hancur, cinta ku hilang. Apa gunanya?

Ku tangisi lagi, tak berhenti.

Goresan-goresan kasar di pergelangan tangan terus mengeluarkan darah, ambilah hidupku.

Namun mata tak mau terpejam, kenapa?

Diremasnya pisau kecil itu, sekarang dilemparnya, tegeletak di sudut.

Terdapat banyak warna merah, terus menetes.

Sekarang berjalan keluar menuju jalanan.

Terus berjalan, tanpa melihat terus berjalan menuju seberang.

Tak peduli suara klakson mobil berjeritan.

Ambilah hidupku sekarang.

Namun masih enggan terpejam tak ada yang terjadi.

###

Aku disini, duduk di dekat jendela di dalam sebuah café tempat kita pertama bertemu dengan 2 cangkir vanilla latte favorit kami berharap dia akan duduk dihadapan ku seperti dulu. Menunggu dan menunggu setiap hari. Hari ini pun begitu. Namja itu duduk dihadapan ku membawa secangkir vanilla latte, namun namja yang berbeda.

“Jonghyun-imnida”

Ku hanya menatapnya.

“Bolehkan ak menemanimu? Kau kelihatan kesepian.”

Aku hanya diam,sesekali memain kan vanilla latte ku.

“Ne, oppa” jawabku akhirnya, dia tersenyum.

Aku tak tahu dimana persamaannya, namun aku merasakannya, kau tahu? Kehangatan namjaku yang dulu pada dirinya.

###

Digenggam tanganku, namja yang ku tau sejak 2 bulan yang lalu. Semakin ku dekatkan tubuh ku, melepaskan genggamannya dan mulai memeluk lengan nya erat.

“Oppa” panggilku

“Hmmm” dipandangi wajah ku

“Antar aku pulang oppa”

“Apakah kau sudah harus pulang? Aku masih ingin bersama mu .”

“Sudah malam oppa”

“Arasso”

Jalan malam ini begitu ramai, banyak pasangan kekasih menghabiskan malam bersama. Ak dan namja itu pun ada ditengah tengah mereka terbawa arus. Kepala ku pusing, aku tau aku tak boleh melakukannya seharusnya tak boleh. Ku lepaskan pelukanku perlahan kemudian berlari meninggalkannya ditengah kerumunan.

***

Namja itu menemuiku lagi.

“Oppa” sapa ku

“Wae? Kau selalu meninggalkan ku? Apakah kau tak pernah menganggapku?”

Ku tak menjawab hanya tersenyum.

“Oppa, mau minum? Aku traktir” tawarku, kemudian memanggil pelayan dan memesan 2 cangkir vanilla latte.

Ditarik kursi dihadapanku.

“Aku begitu men-”

Oppa, bibirku menyentuh bibirnya, ku tak ingin dia mengatakannya

Katakana aku bodoh, memang. Aku memainkan perasaannya. Aku tau dia mencintaiku. Tapi taukah dia apa itu cinta? Aku bertahan dihadapannya, kenapa? Aku melihat, merasakan kehangatan namjaku dulu. Namun dia orang lain dia bukan namja ku. Tapi aku tak kan pernah membiarkan dia memiliki ku

“Oppa antar aku pulang, aku takut pulang sendiri”

Aku menariknya. Entah apa yang merasukiku, aku mengjaknya smapai ke rumah ku. Namun aku tersadar, lagi-lagi dia bukan namjaku.

“Pulanglah oppa, hanya sampai disini.”

“Wae? Ak tak boleh naik?”

Aku tak menjawab, ku menciumnya lagi lebih lama. Nappeun yeoja.

Tanpa ku sadari sepasang mata mengawasi ku dari jendela kamarku.

###

Kamarku terbuka, siapa? Tak ada yang bisa masuk kecuali aku dan namja ku. Ataukah mungkin? kupercepat langkahku aku terdiam

Dia duduk diatas sofa, secangkir vanilla latte terdapat di meja.

“Raekyo-ah, kau sudah pulang”

Ku menangis, teduduk terus menangis, dia kembali namja ku kembali.

“Mianhae Raekyo-ah, aku tak akan pernah meninggalkan mu lagi, 3bulan ini sangat berat bagi ku, ku sadari aku tak bisa hidup tanpamu. Kembalilah padaku, kumohon, akan ku lakukan apapun asal kembalilah padaku.”

Namja itu memelukku yang terus menangis.

“Saranghae Raekyo-ah”

Apa yang harus ku jawab? Aku merindukannya, aku masih mencintainya, tapi ada lubang besar yang masih terbuka, bekas luka dulu.

“Jangan tinggalkan aku oppa”

“Tak akan pernah lagi, maukah kau menikah dengan ku? ” tanya nya

Ku tatap matanya, tak ada kebohongan, dia tetap namja ku yang dulu.

“Ne,”

Tak mungkin ku menolak, ku masih sangat mencintainya.

###

Berkali-kali ku lihat tak berubah. Masih tetap sama.

Wedding Ceremony

Kim Jae Joong ❤ Kim Rae Kyo

Tanpa ku sadari bibir ku membentuk senyuman, senyum bahagia.

Maafkan aku Jonghyun-ssi.

###

Advertisements

9 Responses

  1. ooh… jadi ini penjelasan chap 1 ya… wah bgus” jd si cowo ama raekyo itu jejong. ah! 3 chapter ya. d tunggu lnjutanny. 🙂 ^^d

  2. abis baca chap 1 lngsng k chap 2
    ternyata begitu *angguk-angguk gaje*
    raekyo’y jahat deh *cuma perasaan aja*
    jonghyun’y d permainkan =3= *perasaan aja*

    cerita’y tmbh bagus.. d^^b
    lanjuttt..
    HWATING!!!

  3. sbenernya raekyo baek kok cingu
    #nunjuk diri sendiri

  4. jiaaaahhh..
    #nepuk jidat

    baru nyadar ya KA unnnie??

  5. enggak sie q dah nyadar dari k0men mu yang pertama
    #plak

  6. […] sebelum baca ini baca dulu part1 , part2 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: